Dwi menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat infrastruktur logistik untuk menopang kebutuhan pelanggan jelang akhir tahun. “Kami tengah mengembangkan Terminal Ronggowarsito Semarang, yang memiliki lokasi strategis dan akses langsung ke jalur kereta api barang lintas utara Jawa. Saat ini, kami mengelola area seluas 6.000 m², dan sedang mempersiapkan perluasan tahap kedua seluas 6.100 m² berkapasitas lebih dari 200 TEUs. Selain itu, kami juga merencanakan pembangunan Ronggowarsito 2 seluas 10 hektare sebagai dry port dan regional logistics hub guna memperkuat konektivitas logistik nasional,” ujarnya.
Untuk mendukung layanan logistik batu bara, KAI Logistik juga tengah mengembangkan stasiun muat yang berada di CY Merapi 2 dengan kapasitas mencapai 4,54 juta ton per tahun. Pengembangan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi serta menjamin keandalan layanan logistik energi nasional.
Di sektor pengiriman KALOG Express, jumlah titik layanan terus bertambah signifikan. Hingga 31 Oktober 2025, tercatat lebih dari 270 service point beroperasi di berbagai wilayah sebagai langkah ekspansi sekaligus percepatan proses distribusi pengiriman barang ritel ke seluruh Indonesia.
“Serangkaian capaian positif ini menjadi bukti komitmen KAI Logistik dalam menyediakan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan andal. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan bisnis untuk mendukung distribusi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Dwi.






