Jakarta, Juni 2025. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dengan kode (IDX:IPCC) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 di Museum Maritim, Jakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan para Pemegang Saham yakni, PT Pelindo Multi Terminal selaku Pemegang Saham Mayoritas, PT Multi Terminal Indonesia selaku Pemegang Saham Minoritas serta Publik. Penyelenggaraan RUPST Tahun Buku 2024 menunjukkan keberhasilan seluruh pihak di IPCC dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis serta memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sebagai nilai dasar Perseroan.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi pada RUPST Tahun buku 2024 memaparkan “Sebagai Perseroan yang bertekad untuk bertumbuh setiap tahun, pada tahun 2024 EBITDA IPCC tercatat sebesar Rp368,79 miliar atau meningkat 2,74% secara year on year (YoY)”. Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja operasional di seluruh wilayah kerja, dengan konsolidasi kargo CBU mencapai 850.870 unit meningkat 7,49% secara yoy, terlebih di tahun 2024 kembali melakukan ekspansi bisnis guna menciptakan konektivitas dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dengan mengelola Terminal RoRo di Banjarmasin serta implementasi sistem operasi baru hasil kolaborasi IPCC dengan Anak Usaha Pelindo Grup (ILCS) yang berfokus pada IT Solution Provider yaitu PTOS-C (Pelindo Terminal Operating System-Car) dan go-live pada tanggal 1 Agustus 2024 untuk beberapa terminal satelit. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp212,22 Miliar, meningkat 11,19% secara year on year (YoY) sesuai dengan Laporan Keuangan Audited Tahun 2024 yang diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (E&Y). Pencapaian ini menjadi catatan membanggakan bagi IPCC, karena sejak awal Perseroan berdiri, baru ditahun 2024 berhasil menembus laba di atas Rp 200 miliar (All Time High). Catatan penuh kebanggaan ini ditunjukan dengan fundamental yang kuat, Perseroan yang tidak memiliki hutang kepada perbankan sehingga dapat memberikan keuntungan yang menarik bagi para investor.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






