Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.
Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat
tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam
dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia,
yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau
mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari
beberapa hari hingga berbulan-bulan.
Beberapa tanda umum insomnia, antara lain, sulit tidur di
malam hari, sering terbangun di tengah malam, bangun terlalu pagi dan tidak
dapat tidur lagi, serta merasa letih dan tidak segar setelah bangun tidur.
Insomnia bukan sekadar masalah tidur biasa. Tanpa penanganan
yang tepat, gangguan ini bisa berdampak pada kesehatan, utamanya melemahkan
sistem kekebalan tubuh sehingga, seseorang lebih rentan terhadap berbagai
penyakit. Selain itu, insomnia meningkatkan risiko obesitas dan masalah
kardiovaskular.
Pola tidur yang terganggu ini juga berdampak pada gangguan
kesehatan mental, seperti, cemas, stres, dan depresi. Tidur yang tidak
berkualitas juga akan menyebabkan turunnya konsentrasi dan produktivitas, serta
meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Berikut langkah-langkah untuk #KurangiRisiko insomnia:
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






