BTC Rally di Tengah Penguatan Dolar, Apakah Investor Perlu Waspada?

BTC Rally di Tengah Penguatan Dolar, Apakah Investor Perlu Waspada?

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dengan berhasil naik mendekati level US$ 86.000 pada perdagangan Senin, setelah sempat jatuh ke titik terendah US$ 80.600 pada Jumat lalu—level terendah sejak April. Rebound ini terjadi di tengah kondisi makro yang cukup menantang, khususnya karena U.S. Dollar Index (DXY) masih berada kokoh di atas angka 100 dan mendekati level tertinggi enam bulan. Biasanya, penguatan dolar memberikan tekanan besar pada aset berisiko seperti kripto, sehingga kenaikan BTC di kondisi seperti ini memicu pertanyaan mengenai kekuatan fundamental dari reli tersebut.

Penguatan dolar sebagian besar dipicu oleh rilis data nonfarm payroll (NFP) terbaru Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sebanyak 119.000 pekerjaan berhasil ditambahkan dalam periode pelaporan, jauh di atas perkiraan konsensus yang hanya sekitar 53.000. Lonjakan NFP ini meningkatkan keyakinan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS, namun sekaligus menciptakan ketidakpastian terkait arah kebijakan Federal Reserve. Peluang pemangkasan suku bunga di bulan Desember masih menjadi perdebatan, karena data ekonomi yang lebih kuat biasanya membuat The Fed enggan melonggarkan kebijakan terlalu cepat.

Di tengah pergerakan makro tersebut, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed untuk Desember sempat tercatat meningkat, namun tetap bergantung pada data lanjutan dalam beberapa minggu ke depan. Situasi ini menciptakan volatilitas tambahan bagi Bitcoin, karena kebijakan suku bunga memiliki pengaruh langsung terhadap minat investor terhadap aset berisiko.