Berita  

Aktivis Jalan Mundur, Meminta Sebelas Poin, Agar Segera Mendapatkan Perhatian Dan Tindakan Khusus

Aktivis Jalan Mundur, Meminta Sebelas Poin, Agar Segera Mendapatkan Perhatian Dan Tindakan Khusus

Blora – mediamitrahukumbhayangkara.com Buntut beredarnya WhatsApp terkait uang sejumlah Rp 50 juta tersebut kepada oknum wartawan itu, yang diberikan oleh BPE Blora, kini kian hangat di masyarakat Blora yang lagi booming.

Seperti Hari ini, aktivis Jalan kaki mundur yakni Lilik Yuliantoro yang berasal dari Kota Samin Blora, pada Hari Senin ( 8 – 5 – 2023), mengadakan audensi di sejumlah tempat, mulai dari Pemkab Blora, BPE Blora, Kejari Blora, DPRD Blora.

Sementara itu menurut Lilik Yuliantoro menjelaskan tujuannya adalah meminta beberapa poin yang harus disampaikan.

Sedangkan poin Pertama yakni, Menuntut kisruh yang sedang dialami BPE Blora, agar dibuka secara gamblang dan jelas, oleh Aparat Penegak Hukum (APH) , demi memenuhi asas keadilan rakyat, Kedua, menuntut BPE untuk tidak bermain main atas proses tambang SDA di Kabupaten Blora, agar minyak yang ditambang nanti, bisa maksimal untuk kesejahteraan rakyat Blora, Ketiga isi manajemen BPE dengan profesional, Keempat jangan jadikan BPE sebagai sapi perah oknum pejabat, Kelima meminta BPK dan KPK, untuk audit keuangan BPE, Keenam meminta Ahok selaku Pimpinan Pertamina untuk membantu mengelola BPE agar menjadi BUMD yang terbuka, sehat, serta profesional, Ketujuh meminta Gubernur Ganjar Pranowo, membantu Blora dalam mengurusi usaha tambang minyak, Kedelapan kami meminta Mentri BUMN untuk memberikan arahan atau petunjuk tentang BPE Blora, Kesembilan meminta untuk kesejahteraan buruh dan penambang ikut diperhatikan, Kesepuluh meminta ketegasan Bupati untuk mengambil sikap, Kesebelas meminta Polda Jateng, Kejari Jateng, untuk membentuk satgas mafia migas dan mengusut tuntas di Kabupaten Blora. tutupnya.

Penulis: Himawan Editor: Novia