Berita  

Aksi Penanaman Mangrove Dalam rangka memperingati Hari Kehutanan Sedunia Tahun 2023

Aksi Penanaman Mangrove Dalam rangka memperingati Hari Kehutanan Sedunia Tahun 2023

Bekasi-Mitra Hukum Bhayangkara

Aksi Penanaman Mangrove Dalam rangka memperingati Hari Kehutanan Sedunia Tahun 2023. Bentuk wujud kongkrit mitigasi terhadap perubahan iklim Dalam Upaya mendorong blue carbon diwilayah Muara Gembong.

Dalam rangka memperingati Hari Kehutanan Sedunia Tahun 2023, Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dipilih menjadi lokasi penanaman 1.000 pohon mangrove (sabtu 18 maret 2023). Lokasi ini dipilih karena merupakan area abrasi yang kerusakannya cukup besar.
Kegiatan ini selaras dengan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Provinsi Bali, Rabu (16/11/2022). Kegiatan Penanaman mangrove merupakan wujud konkret terhadap perubahan iklim, dan Presiden juga mengajak negara anggota G20 untuk berkolaborasi, bekerja sama dalam sebuah aksi nyata untuk pembangunan hijau, pembangunan ekonomi hijau yang inklusif . “Sebagai negara pemilik hutan mangrove yang terluas di dunia yaitu 3,3 juta hektare hutan mangrove kita, Indonesia ingin berkontribusi kepada perubahan iklim, terhadap perubahan iklim,” ungkap Presiden.

Baca Juga  Harmusa DPR RI, Mengadakan Wuri Wuri Budaya Jawa Di Lapangan Kridosono Blora

Deputi I Kawali DPW Jabar yang akrab disapa Belu menjelaskan, Hal tersebut menjadi motivasi kami, Aksi penanaman mangrove tahapan ke 6 di tahun 2023 ini Kawali DPW Jawabarat berkolaboraksi bersama PT. DAIKIN Manufacturing Indonesia , Jabar Bergerak dan Patriot Desa Kab. Bekasi, dengan tema ‘Menanam Mangrove Untuk Masa Depan Hijau Dalam Upaya Mitigitasi dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Selamatkan Pesisir Pantai’ .
Beliau pun menegaskan, “Mangrove dipilih karena mampu menahan ombak, mencegah abrasi bahkan mampu meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tsunami dan yang tak kalah pentingnya, mangrove juga sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut. Apalagi mengingat, ratusan hektar tanah di wilayah pesisir Bekasi sudah hilang karena abrasi. Mangrove dipilih karena mampu menahan ombak, mencegah abrasi bahkan mampu meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tsunami”.
Oleh karenanya, Belu mengimbau dan mengajak masyarakat dan kelembagaan lainnya untuk memulihkan dan melindungi kelestarian ekosistem sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pemulihan konservasi di wilayah pesisir pantai Jawa Barat khususnya di Muara Gembong dan sekitarnya dengan cara memelihara dan menjaga pohon mangrove yang ditanam agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Kawali Jawa Barat juga akan terus konsen dan fokus dalam konservasi Penanaman Mangrove di wilayah Jawa Barat khusus nya wilayah di wilayah Kecamatan Muara gembong, Kawali pun mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Gerakan Penanaman Mangrove dan terus melaporkan setiap kegiatan nya kepada Pemda (Provinsi dan Kabupaten) dan Kemeterian LHK, Pungkas nya.

Penulis: Redaksi Editor: Admin